Komunike ICR: Kontribusi Untuk FAI-IRF

faiCATATAN: Teks ini pertama kali dipublikasikan pada 30 Juni 2013 di sini [link].

Hari ini, masyarakat adalah penjara itu sendiri. Dalam sebuah sistem penjara, tidak satu orang pun yang dapat netral. Setiap dari kita telah membuat pilihan di pihak mana kau akan berdiri. Tidak ada pilihan tanpa sadar. Karena sebuah pilihan, dibuat oleh individu dan bukan oleh Tuhan. Itu mengapa tidak akan ada pihak “sipil” dalam perang asimetris ini. Hanya ada dua sisi antagonistik: mereka yang berperang untuk kehancuran total masyarakat dan mereka yang bertarung untuk mempertahankannya.

Komposisi dari masyarakat adalah bentuk-bentuk yang mengalienasi. Mengasingkan seseorang dari yang lain dalam berbagai bentuk dengan batas-batas imajiner yang dilindungi dengan senjata, perangkat hukum, penjara, kode moralitas dan “keyakinan” dari mereka yang percaya bahwa batas-batas itu nyata. Dan bagi kami, semua yang percaya kepada batas-batas adalah musuh.

Dalam pandangan kami, warga negara yang baik dan paramiliter yang dibentuk oleh militer dan memiliki watak dan sifat yang sama jelas merupakan musuh yang layak mendapat serangan kami, serangan yang sama yang dialamatkan FAI-FRI kepada institusi religius, sekolah, pabrik-pabrik, barak-tentara, dan keseluruhan pendukung sistem yang bernama: Masyarakat.

Meskipun itu benar bagi banyak orang, -bahkan bagi mereka yang mengaku sebagai “anarkis”-, bahwa dari setiap api yang menghancurkan bangunan yang kami serangan, itu tidak memperlihatkan bahwa “revolusi” akan segera tiba. Ini adalah prediksi bodoh karena menempatkan aksi-aksi kami dalam kerangkeng “revolusionisme”. Kesalahan yang muncul akibat kebiasaan menggeneralisir seluruh peristiwa individual ke dalam skala sosial, yang mana kami merupakan musuh dari hal tersebut. Mereka telah terlalu lama menggunakan kacamata purba, sehingga melihat bagaimana kehadiran dari grup-grup gerilya urban adalah sesuatu yang tidak muat dalam cara pandang mereka. Mereka bahkan akan dengan mudah menggunakan label “euro-sentris” atau “latin-sentris”, karena mereka berpikir bahwa jumlah adalah hal yang penting. Sesuatu yang diwarisi dari pemikiran anarkis klasik dengan campuran Marxisme yang mana sangat menjijikan. Mereka para anarkis -yang sangat Marxist- yang pada akhirnya terjebak dengan logika yang sama dengan orang-orang Kiri: massa.

Itu mengapa, kami tidak sama sekali tertarik untuk terlibat dengan gelombang massa yang melakukan protes terhadap kenaikan harga BBM. Mereka yang turun ke jalan sembari membawa spanduk dan berteriak, karena mengkonsumsi peristiwa yang sama. Mereka mempertunjukkan aksi-aksi yang repetitif dan terprediksi. Mereka berteriak hingga parau dan berharap perubahan datang dari parlemen atau karena kemurahan hati negera. Mereka bersembunyi di balik terminologi “aksi dama” untuk menyembunyikan ketidakmampuan mereka untuk menyerang para penindas, karena mereka memang pengecut. Mereka adalah para penakut yang hanya hidup dari iven-iven “revolusioner” untuk memuaskan dahaga “revolusioner” yang ada di dalam diri mereka.

Meskipun di sisi yang lain, kami tahu dengan jelas bahwa ada fraksi kecil dari individu-individu yang tetap teguh dalam perang -seperti perang yang pernah mereka jalani di hari kemarin- dan tidak bersandar pada gelombang kebangkitan massa yang baru-baru ini muncul di Indonesia sebagai sesuatu yang dapat disebut “revolusioner”. Kepada mereka yang matanya dapat melihat dengan jelas, kami dengan bangga menyebut mereka kamerad.

Setiap dari mereka yang membaca komunike ini mesti menyadari bahwa kami memiliki logika dan alasan yang tidak akan mungkin dimengerti oleh logika yang digunakan oleh pasifis, aktifis sosial dan orang-orang Kiri dan warga masyarakat yang lain -termasuk di dalamnya para anarkis sosial- yang bukan merupakan bagian dari grup kami. Bagi kami, hal itu bukan masalah juga bukan merupakan hal yang dianggap penting saat ini. Setiap individu memiliki hak untuk memegang tegus opini dan justifikasi mereka. Setiap grup akan memiliki analisis yang berbeda dengan grup lain mengenai fondasi. Setiap orang memiliki kewenangan untuk memilih jalan mereka sendiri untuk bagaimana caranya dapat terlibat, dan mengambil tanggung jawab personal. Setiap orang mesti menemukan taktik yang cocok bagi mereka dan memilihnya.

Dan akhirnya, Federasi Informal Anarkis-Front Revolusioner Internasional mestilah dilihat sebagai proyek internasional antar individual, sel-sel atau grup yang berbagi hasrat dan kemarahan. FAI-FRI bukanlah organisasi payung atau serikat yang hanya terdiri dari mereka yang menyebut diri sebagai “nihilis-individualis” dan “radikal anti-peradaban”. Sebaliknya FAI-FRI adalah titik perjumpaan sementara untuk aksi-aksi solidaritas, aksi balas dendam terhadap musuh, serangan berkelanjutan, yang tidak bertujuan untuk menggapai “masa depan yang lebih baik” tapi untuk menuju keruntuhan dari masyarakat hipokrit: hari ini.

ANGER UNIT
International Conspiracy for Revenge (ICR)
Federasi Informal Anarkis (FAI)
Front Revolusioner Internasional (FRI)

NB: Untuk menunjukkan keyakinan hati kami kami, kami membakar sebuah gudang pakaian tiga lantai yang berlokasi di Jalan Pengukiran Raya No.1, RT 03/03, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Kami memilih menyerang gudang ini untuk menunjukan kepada unionis (trans: mereka yang percaya dengan serikat-serikat buruh) bahwa tujuan dari pekerja adalah untuk tidak menjadi pekerja lagi, dan bukan untuk tuntutan delapan jam, demokrasi di dalam pabrik, kebebasan berserikat atau tuntutan reformis lain.