Phoenix Project #10: ATM Bank Di Bom [Indonesia]

phoenix10 phoenix10a phoenix10b

9 Januari 2014

Kau tidak bisa memenjarakan serigala. Kau bisa mengekang tubuhnya, tapi kau tidak dapat mengekang semangat kebebasan dan keinginan untuk tetap melakukan serangan terhadap seluruh musuh. Kamu dapat menembak mati seorang pejuang tapi semangatnya akan teetap hidup dan mencapai sudut dan titik lain di mana kamu merasa aman. Kau memiliki musuh abadi yang tidak akan pernah mundur meski kami kehilangan kamerad. Kami, para nihilis anarkis tidak akan pernah berhenti menyerang hingga kau menjadi abu. Kami adalah kutub yang berada di luar kemiskinan pengetahuanmu tentang apa itu anarki dan chaos bagi kami. Dan ya kami adalah teroris, seseorang yang berperang untuk kebebasan dan ratusan tahun lampau dengan tinju, batu, molotov, aksi pembakaran dan tentu saja, bom.

Dan kami menggunakan hal ini untuk menyerangmu. Menyerang salah satu instrumen favoritmu: BANK. Kami menghancurkan satu dari mesin-mesin uangmu dengan perangkat ledak kecil hasil kreasi kami. Kami membuat bom ini dengan keterbatasan pengetahuan kami mengenai hal ini dari berbagai sumber. Kami ingin kau dan warga negaramu yang taat mengetahui bahwa kami tidak akan pernah membiarkan keterbatasan-keterbatasan kami menghalangi hasrat kami untuk terus melanjutkan mengalamatkan kemarahan kami kepada kalian semua. Kami membuat bom yang terdiri dari sejumlah kecil bubuk mesiu dan dicampur dengan beberapa potong besi yang berasal dari paku untuk memperkuat daya ledak. Dan bom ini sukses menghancurkan dan melumpuhkan satu dari instrumen pendukungmu.

Tapi dari sekedar kemarahan bukanlah satu-satunya alasan untuk aksi kami. Melalui aksi kami, kami ingin menyampaikan salut kepada kamerad tercinta kami Monica dan Francisco yang baru-baru saja tertangkap di Spanyol dan dituduh sebagai individu-individu di balik aksi-aksi yang dilakukan oleh Sel [Aksi Langsung] FAI [cat: aksi-aksi ini sebenarnya di klaim oleh Insurrectionalist Commando Mateo Morral]. Kepada saudara-saudara kami Conspiracy of Cells of Fire yang dipenjara di Yunani, kepada Marco Camenisch dan Gabriel Pombo da Silva, kepada Alfredo Cospito dan Nicola Gai, kepada Andreas Tsavdaridis dan Spyros Mandylas, kepada para anarkis dari perampokan ganda di Kozani, kepada Fredy-Marcelo-Juan, kepada Jhon Bowden, dan kepada Alfonso Alvial dan Hermez Gonzales yang baru-baru saja tertangkap di Chile setelah mencoba merampas kembali yang dicuri musuh dari kehidupan kita, dan tentu saja kepada seluruh tahanan anarkis di seluruh dunia yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu namun selalu ada di hati kami.

Tapi terlebih daripada itu, hati kami terluka saat kami mendapatkan kabar mengenai seorang kamerad yang meninggal dalam perang perlawanan terhadap musuh di Chile. Sebastian Oversluij Seguel.

Dengan bangga kami menyanyikan namamu saat kami meletakkan paket bom di mesin ATM Mandiri yang terletak di Malang, Jawa Timur pada dini hari Kamis 9 Januari. Untukmu saudara, kami mendedikasikan aksi ini dengan mengambil nama mu sebagai nama dari sel aksi langsung ini. Bagi kami, kau tetap hidup di sisi kami di setiap langkah dan tarikan nafas untuk melanjutkan perang ini. Aksi pemboman menentang properti musuh adalah cara kami mengenang kau sebagai seorang pemberani.

Hingga keruntuhan masyarakat
Hingga chaos anarki

Sel Sebastian O. Seguel
International Conspiracy for Revenge
Federasi Informal Anarkis

Source: 325 Conspiracy